Polisi Kembali Tertibkan Tambang Ilegal di Gunung Botak

oleh -63 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Puluhan personil kepolisian dibantu anggota TNI kembali melakukan penyisiran di lokasi PETI Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, pada Rabu (28/7/2021) kemarin.

Penyisiran dilakukan pasca kembali menggeliatnya aktifitas tambang beberapa waktu terakhir.

Diketahui tampang kembali dioperasikan secara ilegal menggunakan metode galian dan tembak larut. Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya puluhan lubang galian aktif dan dua buah dompeng yang tersebar di seluruh lokasi tambang.

Bukan hanya di lokasi tambang. Penyisiran juga di lakukan di wilayah pemukiman warga di Dusun Samsat, Desa Dava, Kabupaten Buru.

Dalam operasi yang dilakukan di wilayah pemukiman tersebut. Petugas menemukan puluhan rendaman yang digunakan untuk memproses material emas menggunakan bahan kimia.

Baca Juga  Semarak peringatan Hari Pattimura ke-201 di Manokwari

Upaya penyisiran oleh petugas ini dilakukan dengan membakar tenda milik penambang dan juga memusnahkan peralatan penambang.

Kasubag Humas Polres Buru, Jamaludin, kepada wartawan, Kamis (29/7/2021) menjelaskan, upaya penyisiran ini dilakukan berdasarkan tugas rutin personil personil Polres Buru bersama Polsek Wayapo ke wilayah PETI gunung botak.

“Kami memang selalu melakukan penyisiran di wilayah PETI rutin setiap beberapa waktu sekali. Meski begitu, tetap masih ada yang kembali ketika patroli tidak lagi dilakukan,” katanya.

Jamaludin bilang, pihaknya tidak bisa maksimal terus-menerus melakukan operasi karena terbatasnya personil.

Sementara itu, seorang ibu bernama Nuryana Salaki (61 tahun) histeris saat melihat aparat meminta dirinya membongkar tenda miliknya.

Baca Juga  Team SAR Gabungan Temukan Longboat Milik Warga Morotai yang Hilang di Laut

“Kita ini cuma bisa cari rejeki di sini. Kalau kita dilarang disini lagi kita mau kemana. Mohon untuk kepala daerah Kabupaten Buru hingga pemerintah pusat, tolong perhatikan kita rakyat. Jangan seenaknya duduk di kursi . Bersenang-senang dengan kesengsarakan rakyat. Kalau butuh rakyat baru datang ke sini. Nanti sudah duduk di kursi enak, sudah dapat jabatan. Giliran masyarakat ditendang. Tolong jangan susahkan rakyat. Ini tambang milik rakyat bukan milik pemerintah,” tegasnya.

Dirinya juga mengancam akan kembali ke wilayah PETI setelah upaya penyisiran selesai.

Wilayah PETI memang sudah dinyatakan tutup sejak beberapa tahun lalu. Namun seiring kebutuhan masyarakat di wilayah ini, ditambah lagi banyaknya pengusaha luar yang masuk membuat PETI sulit untuk bisa ditutup secara permanen.

Baca Juga  Jumlah Kasus OTG di Maluku Utara Tembus Seribu Orang

Pemerintah juga diharapkan bisa lebih mempertimbangkan kebutuhan hidup masyarakat yakni dengan secepatnya melegalkan tambang gunung botak. Sehingga masarakat bisa kembali beraktivitas dan hasil tambang juga bisa dikelola secara baik tanpa harus menghawatirkan masalah pencemaran limbah mercuri yang ditimbulkan akibat pengolahan hasil tambang emas secara ilegal. (ima)