Polisi Kembali Tertibkan Tambang Ilegal di Gunung Botak

oleh -25 views

Jamaludin bilang, pihaknya tidak bisa maksimal terus-menerus melakukan operasi karena terbatasnya personil.

Sementara itu, seorang ibu bernama Nuryana Salaki (61 tahun) histeris saat melihat aparat meminta dirinya membongkar tenda miliknya.

“Kita ini cuma bisa cari rejeki di sini. Kalau kita dilarang disini lagi kita mau kemana. Mohon untuk kepala daerah Kabupaten Buru hingga pemerintah pusat, tolong perhatikan kita rakyat. Jangan seenaknya duduk di kursi . Bersenang-senang dengan kesengsarakan rakyat. Kalau butuh rakyat baru datang ke sini. Nanti sudah duduk di kursi enak, sudah dapat jabatan. Giliran masyarakat ditendang. Tolong jangan susahkan rakyat. Ini tambang milik rakyat bukan milik pemerintah,” tegasnya.

Dirinya juga mengancam akan kembali ke wilayah PETI setelah upaya penyisiran selesai.

Wilayah PETI memang sudah dinyatakan tutup sejak beberapa tahun lalu. Namun seiring kebutuhan masyarakat di wilayah ini, ditambah lagi banyaknya pengusaha luar yang masuk membuat PETI sulit untuk bisa ditutup secara permanen.

Baca Juga  Jembatan Merah Putih Kaireu Resmi Digunakan

Pemerintah juga diharapkan bisa lebih mempertimbangkan kebutuhan hidup masyarakat yakni dengan secepatnya melegalkan tambang gunung botak. Sehingga masarakat bisa kembali beraktivitas dan hasil tambang juga bisa dikelola secara baik tanpa harus menghawatirkan masalah pencemaran limbah mercuri yang ditimbulkan akibat pengolahan hasil tambang emas secara ilegal. (ima)