Polisi Usut Dugaan Penyimpangan Pengadaan Perlengkapan Siswa Rp5 Miliar di Diknas Halsel

oleh -46 Dilihat
Penyidik Unit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Halmahera Selatan mulai mengusut dugaan penyimpangan dalam kegiatan pengadaan perlengkapan siswa pada Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan.

Dugaan Perubahan Peruntukan Anggaran Ikut Didalami

Selain pengadaan perlengkapan siswa, penyidik juga diharapkan menelusuri informasi mengenai dugaan perubahan peruntukan anggaran yang sebelumnya direncanakan untuk Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

Berdasarkan informasi awal, dana tersebut sebelumnya direncanakan untuk disalurkan kepada sejumlah sekolah, termasuk melalui mekanisme penyerahan secara tunai.

Namun, dana tersebut diduga kemudian dialihkan peruntukannya menjadi kegiatan pengadaan perlengkapan atau seragam sekolah berupa baju koko dan sepatu.

Informasi yang diperoleh menyebutkan perubahan peruntukan tersebut diduga terjadi menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Meski demikian, informasi mengenai waktu dan proses perubahan peruntukan tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan resmi. Aparat penegak hukum perlu menelusuri dasar perubahan anggaran, mekanisme penganggaran, proses pengadaan hingga pihak-pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan.

Baca Juga  Maya Lewerissa Dorong Posyandu 6 SPM di Aru Tak Sekadar Seremonial

Dalam perkara ini juga muncul informasi mengenai dugaan keterlibatan langsung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan, Siti Khodijah, dalam proses pengadaan.

Informasi tersebut menyebutkan proses pengadaan diduga dilakukan atau dikendalikan langsung oleh kepala dinas tanpa melalui mekanisme dan pejabat pengadaan sebagaimana ketentuan yang berlaku.

No More Posts Available.

No more pages to load.