Politik “Transaksional”, Berapa Harga Satu Kursi?

oleh -94 views

Oleh: Nuryanti Rasyid Spd, Caleg Partai Gelora Kota Ternate Utara

Seorang Politisi dilabeli dengan “manis di awal, kalau sudah duduk di kursi panas jadi lupa diri, makan gaji rakyat untuk kepentingan pribadi.

Para pemikir Frankfurt School mengungkapkan bahwa dunia politik adalah panggung transaksional antara kepentingan ekonomi (bisnis) dan politik (kekuasaan). Bahwa puncak kesuksesan politik adalah mampu meraih kekuasaan dan mampu meraup pundi-pundi ekonomi yang dapat menyejahterakan para politikus dan kelompoknya.

Sedangkan teori ekonomi politik melihat puncak kekuasaan bukan untuk meraih kekuasaan dan mengakses sumber-sumber kemakmuran untuk pribadi dan kelompok, melainkan untuk memperjuangkan kepentingan bersama (publik). Dan sampai saat sekarang teori ini belum terjewantahkan dalam realitas kehidupan.

Baca Juga  Kenali Kepribadian Kamu, Ini Karakter Unik dari 12 Zodiak

Politik transaksional merupakan suatu sistem politik yang egoistis karena mengedepankan kepentingan pribadi dan golongan tanpa menghirauan beban penderitaan rakyat. Politik transaksional hanya akan melahirkan politisi-politisi kapitalis dan apatis terhadap beban penderitaan rakyat. Politik Transaksional sangat tidak mendidik, karena selain mencederai sistem demokrasi, juga akan membudaya dan terus mendidik rakyat dengan tingkah laku politik yang merusak.

No More Posts Available.

No more pages to load.