Polres Bitung Bongkar Sindikat Prostitusi Online

oleh -207 views
Link Banner

@porostimur.com | Bitung: Tim Tarsius Wilayah Timur dipimpin Ketua Tim, Ipda. Tuegeh Darus, S.Sos, mengungkap kasus prostitusi online di Kota Bitung, Kamis (25/7).

“Pelaku yang kami amankan dua orang perempuan dan satu orang pria yakni, NPA (19), AN (17) serta CMC Amos (28). Para pelaku ini kami amankan dilokasi yang berbeda di Kota Bitung”, kata Darus.

Dari ketiga pelaku tersebut, CMC Amos adalah pegawai Depot Pertamina Bitung, bertugas di SPBU di Desa Paslaten, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara.

Link Banner

“CMC Amos kami amankan di Depot Pertamina Bitung karena berperan sebagai pria hidung belang yang sudah menyutubuhi Mawar (17), sebanyak tiga kali dikos-kosannya di Madidir Weru”, ujarnya.

Baca Juga  Hujan Deras, Dusun Mange-Mange di Seram Bagian Barat Dilanda Banjir

Sementara NPA dan AN diamankan dikos-kosan di Madidir Unet. Menurut Tuegeh, mereka berdua adalah mucikari yang menjual Mawar ke para pria hidung belang dengan tarif short time Rp.500 ribu sampai Rp.1 juta.

Teugeh menambhakan, dari interogasi yang dilakukab terhadap ketiga pelaku, diketahui bahwa setelah Mawar dan si pria hidung belang berhubung badan disalah satu hotel di Kota Bitung, mereka mendapat uang tip sebesar Rp.200 ribu sampai Rp.300 ribu.

Terungkapnya kasus ini akibat perbuatan APN dan NA yang diketahui oleh salah satu teman mereka.

Kemudian, ada orang tak dikenal memakai akun facebook dan memasang foto Mawar.

Orang tersebut lantas mempostingnya di salah satu group media sosial tentang keberadaan prostitusi online menggunakan aplikasi Tantan yang dikelola oleh dua orang mucikari, APN dan NA dengan melibatkan beberapa perempuan, diantaranya anak-anak Dan remaja yang masih di bawah umur.

Baca Juga  MUI Curiga RUU HIP Agenda Komunis, Wajib Ditolak

“Para pelaku dan barang bukti sudah kami serahkan ke Penyidik Unit IV PPA Reskrim Polres Bitung untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut”, tukas Darus.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, para pelaku dijerat dengan pasal berlapis, ancaman hukuman penjara paling sedikit 5 tahun dan paling lama 15 tahun. (Dan)