Polres Kepulauan Sula Mulai Lidik Dugaan Korupsi Pembangunan MCK Senilai Rp16 Miliar

oleh -36 views
Link Banner

Porostimur.com – Sanana: Penyidik Reskrim Polres Kepulauan Sula, Polda Maluku Utara, mulai melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi proyek pembangunan Mandi Cuci Kakus (MCK) kombinasi ipal komunal yang tersebar pada 29 Desa di Kabupaten Kepulauan Sula dengan total anggaran senilai Rp 16 Miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran (TA) 2018.

Kasat Reskrim Polres Sula, Iptu Aryo Dwi Prabowo kepada awak media sebagaimana dikutip, Sabtu (30/10/2021) mengatakan, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat reskrim Polres Kepulauan Sula mulai melakukan penyelidikan dugaan korupsi proyek pembangunan 29 MCK kombinasi Ipal komunal.

Aryo mengaku, hingga kini penyidik tipikor sudah memintai keterangan terhadap 12 orang. masing-masing 7 orang dari internal Dinas PUPRKP dan 5 orang dari masayarakat. Dia juga bilang bahwa pendalam masih terus dilakukan.

Baca Juga  Melalui Operasi Kie Raha, Polres Kepsul Berhasil Musnahkan Ratusan Botol Minuman Keras

“Kami juga sudah turun melakukan korescek di lapangan terkait pekerjaan pembangunan MCK kombinasi ipal komunal ini. Jika nanti kami temukan adanya indikasi tindak pidana korupsi atau perbuatan melawan hukum, maka akan dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan,” jelas Aryo.

Berdasarkan data yanng dikantongi media ini menyubutkan, proyek pembangunan MCK kombinasi ipal komunal dianggarkan Rp 560 juta per unit, dikalikan dengan 29 paket MCK  maka totalnya Rp 16.240 juta.

Paket MCK itu, tersebar di beberapa desa, di antaranya: Desa Wailia, Desa Fatkauyon, Desa Baleha, Desa Fuata, Desa Sekom, Desa Wai Ina, Desa Kabau Darat dan Desa Nahi.

Selain itu, juga terdapat di Desa Partina, Desa Wainin, Desa Pastina, Dusun Wainanas, Desa Wailoba, Desa Baruakol, Desa Paslal, Desa Karamat Titdoy, Desa Kou, Desa Lekosula, Desa Dofa, Desa Pelita Jaya dan Desa Lekokadai.

Baca Juga  Gaji 13 Belum Cair, PNS Halbar Menjerit

Proyek ini juga terdapat di Desa Modapia (2 paket), Desa Modapuhi Trans, Desa Falabesahaya, Desa Pelita Jaya, Desa Waisum, dan Desa Auponhia.

Sedangkan MCK di Dusun Pancoran dan Kum Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur juga terdapat proyek ini, namun diduga mangkrak bahkan fiktif. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.