Melindungi rakyat tidak perlu dengan hal-hal besar. Yang kecil tapi esensial itu perlu sekali. Bila perlu, presiden mengirim masker ke daerah bencana asap dan tabung-tabung oksigen. Hampir pasti di setiap ada bencana asap ada bayi atau orang tuan yang meninggal karenanya.
Saya bisa mengerti kalau politisi omong besar, bikin visi yang bersinar lebih kuat dari matahari, atau mimpi hingga ke galaksi sebelah. Namun kadang kebanyakan ide besar itu membuat lupa akan hal-hal kecil yang esensial.
Seperti menangani kebakaran hutan. Bukankah sangat mengherankan bahwa wilayah yang selalu didera oleh kebakaran hutan ini tidak punya pesawat pemadam kebakaran yang memadai?
Ini bukan ide orisinal saya. Sebuah unggahan media sosial menyebutkan ini. Yang diacu adalah pesawat CanadaAir CL-145. Ini adalah pesawat amfibi yang sanggup menyedot air sebanyak 6,000 liter dalam waktu 12 detik.
Tipe terbaru pesawat ini dikembangkan oleh perusahan Viking Air yang membeli CanadaAir ini pada 2016. Sehingga namanya kadang dikenal juga dengan Viking CL-415EAF (“Enhanced Aerial Firefighter”).
Harganya? Tidak seberapa untuk negara sebesar dan sekaya Indonesia. Satu pesawat harganya Rp 475 milyar dengan kurs saat ini.
Untuk memberikan Anda sebuah perspektif, uang yang ditemukan di rumah bekas Jampidus Febrie Adriansyah kalau dirupiahkan itu ada sekitar Rp 476 hingga Rp 560 milyar. Itu belum termasuk 74 kg emas.









