Pos Marinir di Papua Diserang Pakai Pelontar Granat, 1 Tewas dan 9 Luka

oleh -497 views
Link Banner

Porostimur.com, Jayapura – Sebanyak 9 anggota TNI terluka dan satu tewas akibat serangan terhadap Pos Satgas Mupe Yonif Marinir-3 di Kwareh Bawah, Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, pada Sabtu sore 26 Maret 2022 yang melibatkan senjata pelontar granat (GLM).

Kepolisian membenarkan adanya penyerangan tersebut. Berdasarkan keterangan yang diberikan Kapolres Nduga Komisaris Komang Budhiarta, satu anggota TNI yang gugur adalah komandan pos, Letnan Satu Iqbal.

“Penyerangan dilakukan KKB dari dua arah dan mereka semuanya membawa senjata api,” kata Budhiarta seperti dikutip dari tempo, merujuk kepada label Kelompok Kriminal Bersenjata, Sabtu malam.

Kelompok itu disebutnya dipimpin Egianus Kogoya yang juga memegang senjata GLM.

Bunyi ledakan, menurut Budhiarta, terdengar hingga ke Markas Polres Nduga yang berjarak sekitar 1,2 kilometer dari Pos Satgas Mupe.

Baca Juga  Leher Istrinya Banyak Cupang, Matsari Ngamuk Lalu Tebas Leher Tetangganya

Ironisnya, persenjataan itu, kata Budhiarta, adalah milik TNI yang dirampas.

Dia menerangkan, masyarakat di sekitar Kenyam sudah mendapat informasi bahwa Kogoya akan melakukan penyerangan namun tidak diketahui pasti kapan dan ke mana.

“Hari ini hingga siang situasi kamtibmas di sekitar Kenyam kondusif namun tiba-tiba sekitar pukul 17.45 WIT, terdengar bunyi tembakan dan ada laporan pos Marinir di Kwareh Bawah diserang,” katanya sambil menambahkan seluruh personel termasuk korban luka dan tewas sudah dievakuasi.

Keterangan dari Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan juga senada dengan yang disampaikan Budhiarta.

Bedanya Izak, seperti dikutip dari tempo, menyebut pangkat korban tewas Iqbal sebagai Letnan dan komandan peleton.

Baca Juga  Sidang Isbat Awal Dzulhijjah 1442 H Digelar 10 Juli 2021

Izak menjelaskan, saat ini Satgas Mupe di Kenyam beranggotakan sekitar 250 prajurit dari Yonif Marinir 3. Namun, yang bertugas di pos tersebut sekitar 30 orang.

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka, Sebby Sambom juga telah sebelumnya menyebar keterangan tertulis tentang serangan yang disebutnya bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) TPNPB-OPM ke-51 tersebut.

Dia juga mengatakan serangan mengarah ke Nduga dan menggunakan senjata pelontar granat. “Kontak senjata telah dilakukan sore ini pada pukul 17.00-19.00,” kata dia.

(red/tempo)