Bagi umat Islam yang pernah berkunjung ke Masjidil Haram, tentu tidak asing dengan sebuah bangunan kecil yang terletak di dekat Ka’bah. Sering kali, istilah ‘maqam’ disalahartikan oleh masyarakat Indonesia sebagai sebuah kuburan.
Namun, Maqam Ibrahim bukanlah tempat peristirahatan terakhir Nabi Ibrahim AS. Lantas, apa sebenarnya Maqam Ibrahim dan mengapa tempat ini begitu istimewa bagi jemaah haji dan umrah? Simak ulasan sejarah yang dirangkum detikHikmah berikut ini.
Definisi dari Maqam Ibrahim
Dijelaskan dalam buku Tapak Sejarah Seputar Mekah-Madinah karya Muslim H. Nasution, Maqam Ibrahim adalah batu bekas tapak kaki Nabi Ibrahim AS ketika membangun Ka’bah. Maksud maqam di sini bukan berarti makam atau kuburan seperti yang diistilahkan dalam bahasa Indonesia.
Dalam bahasa Arab kata ‘maqam” berarti tempat berdiri. Sementara Maqam Ibrahim berarti tempat berdiri Nabi Ibrahim AS. Di atas batu tersebut Nabi Ibrahim AS berdiri dan menjadikannya sebagai tangga untuk membangun Ka’bah.
Maqam Ibrahim Dulu dan Sekarang
Pada batu Maqam Ibrahim tersebut terdapat bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS yang menjadi saksi nyata bagi orang-orang sesudahnya. Bekas telapak kaki tersebut dalamnya 10 cm, panjangnya 27 cm, lebarnya 14 cm, dan jarak antara telapak kaki yang kanan dan yang kiri adalah 1 cm.









