Yang nyawer dan yang disawer sami mawon. Satu tipe. Pemimpin kalian adalah buah dari amalan kalian dan kalian akan dipimpin oleh orang yang seperti kalian. [Kasyfu al-Khafa 1/148].
Masyarakat kita amat pragmatis. Bagi sebagian orang yang lemah jiwanya dan harga dirinya diobral, perbuatan curang dengan sogok menyogok telah menjadi kebiasaan yang seolah bukan lagi dianggap perbuatan dosa.
Sering kita melihat hampir dalam semua bentuk interaksi khususnya saat pemilu yang dilakukan oleh timses capres-cawapres dan calon anggota legislatif, selalu saja dibumbui dengan jual beli suara. Padahal, jangankan agama, seluruh manusia yang lurus fitrahnya pun, mengatakan bahwa perbuatan itu jelas buruk dan tidak terpuji.
Jabatan presiden, menteri, anggota DPR, gubernur, walikota, bupati, camat hingga jabatan terendah sampai aparat desa sering kali disalahgunakan untuk transaksi politik dengan bagi-bagi sembako dan uang. Kekuasaan ‘memelihara’ kemiskinan dan kebodohan untuk mempertahankan kekuasaan.
Kecurangan dan sikap mensia-siakan amanah pada sebagian para pejabat sudah menjadi rahasia umum. Banyak pejabat terjerat kasus hukum yang melilit mereka, sudah menjadi santapan informasi yang sehari-hari kita terima. Mahalnya ongkos politik menyebabkan mereka korupsi dan menipu rakyat.









