Presiden Hasil Dugaan Pelanggaran Pemilu

oleh -37 views
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis

Oleh: Tarmidzi Yusuf, Kolumnis

Fenomena triple H (halal, haram, hantam). Yang penting menang. Soal halal haram, hantam dulu. “Yang lain juga begitu,” ucapnya terus terang. Curang dan khianat menjadi cara untuk menang. “Halal haram itu urusan akhirat bro.”

Tak hanya Pilpres. Pileg pun demikian. Butuh suara. Sawer rupiah dan sembako. Nilainya ratusan triliun. Dari APBN diklaim bantuan pribadi. Bukan hanya nyawer pemilih. Penyelenggara pemilu pun disawer. Ada yang menyebut Rp 2 miliar tarif untuk DPRD kota/kabupaten. DPR RI lebih mahal lagi, kisaran Rp 4-5 miliar. Pilpres kabarnya ratusan miliar.

Penyelenggara pemilu mendadak jadi orang kaya baru (OKB). Dari pusat hingga panitia pemilihan kecamatan (PPK). Menurut penuturan orang yang pernah menjadi bagian dari kecurangan, pusat kecurangan ada di kecamatan. Konspirasi menang curang, C Hasil bisa dibuat seperti asli tapi palsu. Hitung suara diatur dan dikendalikan oleh sistem rekapitulasi suara (sirekap). Skor suara dikunci 24-58-17 persen. Begitulah pengakuan seseorang yang biasa berhubungan dengan komisioner penyelenggara pemilu.

Baca Juga  Mahasiswa Poltek Negeri Ambon Kembali Ukir Prestasi di Ajang OAV

Belum lagi pelibatan aparatur yang katanya netral. Menteri hingga kepala desa dan aparat desa. Perilaku curang dan khianat telah sangat akut dalam perilaku masyarakat kita dewasa ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.