Gamkonora, Kenangan dan Air Mata

oleh -50 views

Oleh: Mansyur Armain, Pegiat Literasi dan Jurnalis

Udara pagi  masih segar. Suasana hening di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat terasa asyik untuk  kita keluar rumah. Ibu-ibu sibuk membersihkan halaman rumah. Ojek kampung mulai mengantar penumpang ke pasar. Sementara penjual ikan lalu lalang dengan motor. Namun, menjadi kendala yaitu, tak ada jaringan internet. Begitulah, kampung. 

Terlihat puncak Gamkonora dari kampung masih terang, dan sebagiannya tertutup awan. Hari itu, kami mulai persiapkan barang yang sudah dipeking. Perjalanan pertama akan dimulai dari pos pengamatan Gunung api Gamkonora di Desa Gamsungi, Kecamatan Ibu Selatan. 

Sayangnya, fasilitas jaringan internet Telkomsel belum diperhatikan oleh Pemerintah Halmahera Barat ke berbagai Desa di Kecamatan Ibu. 

Link Banner

“Kalau mau ba-internet, nanti beli vocer di dekat warung saja bang,”saran Canox. 

Baca Juga  Rejim Scopus

Sebelum bergerak menuju pos pengamatan di  Gamsungi,  saya berserta tim baronda Maluku Utara melakukan sarapan terlebih dahulu. 

Untuk dari Kecamatan Ibu menuju ke Desa Gamsungi sekitar 1 jam setengah. Waktu telah berlalu. Saat tiba di pos pengamatan,  kami mendengar arahan dari pak Ismail. Sebagai kepala pos pengamatan gunung api Gamkonora, ia mempertanyakan tujuan untuk penilitian atau sekedar naik biasa. 

No More Posts Available.

No more pages to load.