Porostimur.com, Jakarta – Tuntutan terhadap industri ekstraktif kini tidak lagi sebatas pada pencapaian target produksi dan kepatuhan regulasi, tetapi juga pada sejauh mana kontribusinya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Pendekatan pembangunan berbasis pemberdayaan dinilai menjadi kunci dalam mendorong kemandirian ekonomi, khususnya melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah sekitar operasional perusahaan.
CSR Jadi Pilar Penguatan Sosial
Direktur Utama PT ABM Investama Tbk Achmad Ananda Djajanegara, mengatakan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) merupakan bagian penting dari kerangka keberlanjutan berbasis ESG.
“Kami memandang program ini sebagai bagian dari framework ESG, khususnya aspek sosial, untuk mendukung keberlanjutan. Melalui program yang terarah, kami ingin memastikan pertumbuhan usaha juga diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, keberhasilan investasi modern diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat, termasuk terbukanya peluang usaha baru dan peningkatan taraf hidup warga sekitar.
Fokus pada Kemandirian Jangka Panjang
Direktur PT Reswara Minergi Hartama, Iwan Hermawan, menegaskan bahwa setiap program pemberdayaan dirancang tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi mampu menciptakan kapasitas dan kemandirian jangka panjang.










