Di pihak lain, dalam posisi rentan Eropa akan kian bergantung pada energi Timteng sebagai pengganti hilangnya minyak dan gas dari Rusia. Hal ini bisa melemahkan posisi Eropa vis a vis Israel. Sangat mungkin mereka juga akan mendekati Iran untuk mengimbangi Arab. Kalau demikian, hegemoni AS dan Israel di kawasan makin melemah.
Hal lain yang mungkin akan mempercepat perubahan tatanan global adalah pendekatan Eropa terhadap Cina guna menutupi kemerosotan ekonominya kalau Trump memberlakukan tarif yang memperlemah daya saing produk mereka. Masuk akal kalau Eropa merangkul Cina, ekonomi terbesar kedua setelah AS dengan pasar yang sangat besar.
Kalau demikian, kebijakan Trump melemahkan Cina akan sia-sia. Karena kemajuan Cina tak bisa dihentikan. Langkah merangkul Cina sudah diambil Jepang dan Korea Selatan. Pada 23 Maret lalu, Mente Luar Negeri ketiga negara membicarakan perbedaan mereka di Tokyo dengan niat memperdalam hubungan kerja sama di segala bidang.
Cina, Jepang, dan Korsel memiliki permusuhan historis terkait pendudukan tantara Jepang di Cina dan Korea dalam Perang Pasifik. Tapi isolasionisme Trump memaksa mereka berpikir ulang atas permusuhan mereka yang tidak produktif. Memang tidak mudah membangun hubungan harmonis di antara ketiga, terutama karena Cina mendukung Korea Utara, tapi demi survival mereka, Korsel dan Jepang tak punya pilihan lain kecuali hubungan dekat dengan Cina.









