Puasa itu Retret

oleh -309 views

Oleh: Moksen Idris Sirfefa, Peminat Sejarah dan Peradaban

Istilah retret sedang populer di masyarakat. Hal itu terkait kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang ‘menyeret’ para menteri dan wakil menteri maupun para kepala daerah (provinsi dan kabupaten/kota) ke Akademi Militer (Akmil) Magelang. Sebelumnya, para menteri dan wakil menteri dimobilisasi ke kediaman sekaligus padepokan Garuda Yaksa di Hambalang milik presiden Prabowo. Seolah-olah Prabowo ingin menunjukkan kepada para pembantunya bahwa kuda-kuda yang (bertwatak) liar itu bisa dikendalikannya. Jadi, “jangan coba-coba korupsi!”, kira-kira begitu pesannya.

Kegiatan retret pertama kali dilakukan di era presiden SBY. Kebetulan sebagai staf kepresidenan, saya mengikutinya dua kali, di istana Cipanas dan istana Tampaksiring. Saat itu para gubernur dan para Menteri dikumpulkan dan diberi arahan, diskusi, saling melempar masalah dan dipecahkan bersama-sama. Tantangan dan peluang apa yang dihadapi di daerah, disampaikan dan didiskusikan bersama presiden dan para menteri. Intimasi pun tak terelakkan antara presiden dan bawahannya itu. Semuanya mencair dalam suasana kekeluargaan.

Baca Juga  WALHI Desak Audit PT FHT, Dugaan Pencemaran Kali Kukuba

Retret berasal dari kata Inggris, retreat artinya menarik diri ke belakang, mundur, atau menengok ke belakang. Retret merupakan sebuah periode pengalaman menyendiri atau pun pengalaman mengasingkan diri seseorang secara sendiri atau bersama dengan sebuah kelompok/komunitas. Terkait dengan komunitas pejabat ini tentu saja presiden Prabowo tidak bertujuan memiliterisasi para pembantunya dan pejabat daerahnya, tetapi minimal memperkenalkan salah satu tradisi militer yang paling penting bagi setiap pemimpin, disiplin.

No More Posts Available.

No more pages to load.