Puisi-puisi Morika Tetelepta

oleh -134 views
Link Banner

Jiwa Laut yang Merdeka

Kami ini pelaut merdeka. Sepanjang hayat mengasinkan badan. Lebam, hitam melegam peluh yang luruh pada musim-musim. Manakala gelombang menyulut naik cakalang, komu dan tuna. Ke haribaan itu kami mendayung ke sana. Sejak nenek moyang kami sudah tahu, lautan hanya punya nama. Ia tidak menaikan bendera, kepada siapa pun juga.

Teluk Ambon, 05 November 2015

filare manu;

Selamatkan satu satu yang bisa diselamatkan. Entah apakah atau siapakah, selamatkanlah! Sopacua, Patimaipauw, Latumahina, Dana Kopra. Apa dan siapa. Entah kenapa, entah mengapa? Ada saja yang tiada. Perihal timbang pergi dan pulang, ombak ombak bergulung di ujung Allang. Masih saja ada nelayan yang meratapi nasib malang. Sekali saja makan, mungkin siang, mungkin malam. Bekal karkaru dengan garam, melayari saarudi teluk dalam. Malam demi malam. Selamat pagi, selamat malam, selamat makan. Salam.

Baca Juga  Pileg, Titaley doakan Loupatty gapai DPRD RI

Teluk Ambon, 24 Januari 2016

penna

sebatang pena yang kuambil dari tawiri, sudah bikin dua puisi. gurat hitamnya pada lembar kertas adalah sepekat tolau di tubir-tubir banda. gelap seperti batu-batu belgica.

pada satu malam yang berbahagia, kita pernah mendorong peugeot tua. mesin sialan yang habis bahan bakarnya. satu anak tawiri tertawa-tawa. hidup memang selucu itu.

sebatang pena dari tawiri, sudah jadi banyak puisi. dari cawang hingga papua. ia menulis banyak perkara. hidup memang selucu itu.

Teluk Ambon, 16 Maret 2016

Troika

apakah aku harus buta ketika satu pengayuh becak terbirit-birit dikejar polantas? padahal ia hendak mengaso mendengar puisi. hari-harinya adalah dua belas jam dikali sepuluh ribu, kira kira seperti itu. makan tembakau murah, makan abu. dunianya dan duniaku. garis tipis antara yang pantas dan yang tabu. sekiranya ada banyak yang meragu, saat menawar antara uang dan waktu. kita tak pernah tahu. iba atau riba. nasib adalah jalan yang senantiasa kita raba.

Baca Juga  Viral Bayi Bernama Siva Korona di Tengah Wabah Virus Corona

Teluk Ambon, 23 Maret 2016

Morika Tetelepta adalah salah satu penyair muda Maluku yang pernah tampil pada panggung sastra internasional Ubud Writers and Readers Festival 2017. Laki-laki yang juga musisi serta rapper ini kini tengah melakukan pengabdian sebagai Vicaris di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.