Situasi ini terasa ironis jika menengok setahun ke belakang. Pada Piala Asia U-23 2024, Indonesia mencatat sejarah dengan menembus semifinal.
Kala itu, Garuda Muda menumbangkan Australia (1-0), Yordania (4-1), bahkan menyingkirkan Korea Selatan lewat adu penalti dramatis 10-9 (2-2).
Namun mimpi ke Olimpiade pupus setelah kalah 0-2 dari Uzbekistan di semifinal, 1-2 dari Irak di perebutan tempat ketiga, dan takluk dari Guinea di play-off interkontinental.
Kini, hanya setahun berselang, nasib Timnas U-23 berubah drastis. Dari semifinalis Asia, Garuda Muda justru gugur di fase kualifikasi.
Pelajaran Berharga untuk Garuda Muda
Kegagalan ini menjadi tamparan keras sekaligus pelajaran penting bagi perjalanan Timnas U-23. Dukungan publik tetap besar, namun konsistensi menjadi pekerjaan rumah utama.
“Setelah pengalaman manis 2024, kali ini Garuda Muda harus kembali belajar bahwa menjaga performa dan regenerasi pemain adalah kunci untuk tetap bersaing di level Asia,” ujar salah satu pengamat sepak bola di Sidoarjo. (red/beritasatu)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com









