Sebanyak 13 kader posyandu telah dilatih dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Tercatat 354 anak mendapatkan pendampingan, dan lebih dari 300 paket PMT didistribusikan untuk mendukung perbaikan gizi keluarga.
Murni, salah satu kader posyandu Desa Soligi, menjelaskan bahwa kegiatan dilakukan rutin setiap bulan melalui penimbangan, pengukuran tinggi badan, serta pembagian PMT.
“Kami juga proaktif mengunjungi rumah-rumah balita berisiko stunting dan memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu agar memperhatikan gizi anak-anak serta rutin memeriksakan kandungan ke puskesmas,” ungkapnya.
Menurut Murni, perubahan paling nyata terlihat dari penurunan jumlah anak dengan stunting dan kekurangan gizi.
“Dari 25 anak, sekarang tinggal 4 anak. Harapan kami, tahun depan bisa benar-benar nol, dan anak-anak Soligi tumbuh lebih sehat,” tegasnya.
Raih Penghargaan dan Jamin Keberlanjutan
Atas dampak dan inovasi yang dihasilkan, program Soligi Zero Stunting meraih Penghargaan Subroto 2025 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada kategori Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Terinovatif Komoditas Mineral bidang Kesehatan.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi Harita Nickel dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) dan kebijakan nasional percepatan penurunan stunting.









