Rahasia Kuba Pertahankan Sistem Kesehatan Gratis meski Diembargo AS

oleh -101 views
Seorang pedagang menjajakan sapu dan pengki di ibu kota Kuba Havana, Kamis, 28 Agustus 2025. (AP/AP)

Kuba mencatat prestasi penting di bidang kesehatan. Negara ini mendeteksi HIV pada 1983, lalu pada 2014 berhasil memberantas penularan HIV dan sifilis dari ibu ke anak, sebuah pencapaian langka bahkan dibanding AS. Selama pandemi Covid-19, Kuba mengembangkan dua vaksin sendiri, memulai vaksinasi lebih awal, dan bahkan memasok vaksin ke negara sahabat seperti Vietnam.

Inovasi medis Kuba juga mencakup obat untuk ulkus kaki diabetik dan terapi Alzheimer. Hampir seluruh anak Kuba telah divaksinasi, angka kematian bayi lebih rendah dibanding AS, dan kunjungan rumah bagi lansia serta ibu hamil menjadi praktik rutin.

Keterbatasan akibat embargo mendorong Kuba berinvestasi di bidang bioteknologi, penelitian obat herbal, dan pendidikan kedokteran yang sepenuhnya dibiayai negara. Ribuan mahasiswa ditempatkan langsung di klinik komunitas sejak awal pendidikan, memastikan pengalaman perawatan primer yang kuat.

Baca Juga  Tiga Pendaki Cedera dan Hipotermia di Gunung Klabat Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Selain untuk kebutuhan domestik, Kuba telah mengirim puluhan ribu tenaga medis ke lebih dari 60 negara, terutama di Amerika Latin, Afrika, dan Karibia. Solidaritas ini menjadi ciri khas diplomasi Kuba. Sebagian besar bantuan medis diberikan gratis, sementara negara-negara kaya diminta memberikan kompensasi finansial yang kemudian digunakan untuk memperkuat sistem kesehatan dalam negeri.

No More Posts Available.

No more pages to load.