Umumnya, adalah politisi yang mempergunakan dukun. Bukan sebaliknya. Jika pun dukun menggunakan politisi, itu biasanya hanya untuk kepentingan finansial atau kepentingan politik yang tidak signifikan.
Rara ini ternyata tidak sekedar pawang hujan. Dia adalah pembaca kartu tarot. Dia cukup terbuka untuk itu dan memiliki channel Youtube untuk pembacaan kartu tarot-nya. Dan, yang ini yang saya suka, kadang-kadang Rara membaca politik lewat kartu tarotnya.
Saya menonton beberapa tayangan Youtube-nya. Dia misalnya meramalkan dengan tepat bahwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak akan menjadi Ketua IKN (Ibu Kota Ngutang?). Atau, Andika Perkasa akan menjadi Panglima TNI. Satu ramalan yang belum terwujud adalah apakah ibukota negara akan benar-benar pindah ke Kalimantan.
Ternyata Rara adalah juga peramal dengan kartu tarot. Aha! Apakah tidak lebih baik mendudukkan Rara sebagai pengambil kebijakan tertinggi di negeri ini? Tentu keputusan bisa diambil dengan tepat; konsekuensi keputusan bisa diketahui lewat ramalan. Demikian pula keberhasilannya. Apakah minya harus naik? Cukup baca kartu tarot … ini akan menghemat waktu dan sangat efisien.
Jadi, saya kira, Indonesia pantas mendapat seorang pawang hujan dan peramal pembaca kartu tarot sebagai presiden. Bisa Anda bayangkan kalau ia memindahkan hujan langsung ke laut sehingga Jakarta bebas dari banjir?










