Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas di Maluku mengalami peningkatan dan didominasi kelompok usia produktif, termasuk pelajar.
“Fenomena saat ini menunjukkan semakin banyak anak muda menggunakan sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari, bukan hanya ke sekolah. Namun hal ini juga diikuti meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan berkendara bukan hanya soal kemampuan mengendarai kendaraan, tetapi juga kesadaran dan disiplin mematuhi aturan lalu lintas.
“Kami masih menemukan banyak pelajar yang belum melengkapi standar keselamatan berkendara, seperti tidak memakai helm, tidak menggunakan spion, dan kendaraan yang tidak sesuai standar,” katanya.
Para peserta juga mendapatkan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba dari Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Maluku.
Dalam materi yang disampaikan, peserta diberikan pemahaman mengenai ancaman penyalahgunaan narkoba yang masih meningkat di kalangan generasi muda, termasuk faktor penyebab seperti pengaruh lingkungan pergaulan, rasa ingin mencoba, hingga kemudahan akses terhadap narkotika.
Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi muda yang disiplin, percaya diri, peduli terhadap lingkungan sosial, dan mampu menjaga masa depan mereka dari pengaruh negatif.









