Dalam sambutannya, ia menilai kolaborasi antara Maxim dan MGMP Bahasa Inggris menghadirkan pendekatan pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan generasi muda.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Selain mengembangkan kemampuan akademik, kegiatan ini juga meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, keberanian tampil, rasa percaya diri, dan kemampuan berpikir kritis siswa,” katanya.
Menurut Jefriks, kompetisi bukan semata tentang mencari pemenang, melainkan menjadi ruang bagi siswa untuk terus belajar dan berkembang.
“Yang paling penting adalah keberanian untuk tampil, mencoba, dan terus belajar. Partisipasi para siswa dalam kegiatan ini merupakan cerminan semangat belajar yang tinggi,” ujarnya.
Ia juga mengajak para guru, khususnya guru bahasa Inggris, agar terus menghadirkan metode pembelajaran yang kreatif dan dekat dengan dunia anak muda.
“Kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku akan selalu mendukung berbagai kegiatan positif seperti ini sebagai bagian dari upaya bersama membangun kualitas pendidikan di Maluku,” tambahnya.
Dibekali Edukasi Keselamatan dan Bahaya Narkoba
Selain kompetisi edukatif, kegiatan tersebut turut menghadirkan sosialisasi keselamatan berlalu lintas dari Ditlantas Polda Maluku yang disampaikan oleh Padli.









