Thaher Hanubun menambahkan, secara pribadi dirinya bangga, dimana kegiatan peresmian Gereja Ohoijang telah menjadi suatu momen merajut tali kasih persaudaraan antar umat beragama dan menjalin silaturahmi anak adat Kei.
”Suatu momentum penting, berharga dan bersejarah, Gereja St. Yosep Ohoijang ini akan menjadi lambang solidaritas dan kolerasi antar umat beragama dan kuatnya kebudayaan suku Kei,” kata Hanubun.
“Akan kekayaan istimewa yang sudah diberikan Yang Mahakuasa dan menjadi milik kita semua, karena sudah diwariskan ke leluhur kita, dan akan kita wariskan kepada anak cucu kita” ungkapnya.

Sementara itu Yang Muliah Uskup Administrator Keuskupan Amboina dalam kesempatan berbahagi itu juga mengatakan, peresmian Gedung Gereja St. Yosep Ohoijang ini menjadi gambaran jati diri masyarakat Kei yang tetap hidup dalam kebersamaan antar umat beragama.
”Semoga peresmian gereja yang indah ini, bukan menjadi harapan akhir bagi masyarakat Kei, tetapi hendaknya gereja yang megah ini dapat menjadi pemersatu masyarakat Kei dan penduduk di Kei dalam bingkai persaudaraan Ain ni Ain,” katanya.
Menutup pembicaraannya, Uskup Mandagi mengatakan, gereja lahir dari persatuan antara agama, adat dan pemerintah, sehingga kekuatan antar umat beragama itu ditopang oleh Kuasa Tuhan Yesus yang dapat menciptakan segala sesuatu menjadi istimewah bagi sesama.









