Sagu dari Matui Jadi Emas di Jailolo, Penghasilan Rp30 Juta Sebulan

oleh -442 views

Porostimur.com, Jailolo – Di sebuah bangunan sederhana berukuran 8×4 meter di Desa Matui, Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat, deru empat mesin parut sagu tak pernah benar-benar berhenti.

Di sanalah, pohon-pohon sagu yang ditebang dari kebun rakyat diolah menjadi popeda—makanan khas Maluku dan Papua yang kini menjelma menjadi sumber pendapatan luar biasa bagi warga desa.

“Total pendapatan dari pengolahan popeda ini bisa sampai Rp30 juta per bulan. Satu kantong plastik merah beratnya 15 kg, dijual seharga Rp130 ribu,” ujar Djufri Jamin, Kepala Desa Matui sekaligus petani pengelola sagu, kepada Porostimur.com, Sabtu (26/7/2025).

10 Karyawan, 4 Mesin, 1 Tradisi yang Menghidupi

Di tempat pengolahan itu, sepuluh orang karyawan bekerja secara bergilir. Prosesnya mulai dari menebang pohon, mengupas kulit luar, memarut daging batang pohon sagu, hingga akhirnya menjadi bahan siap olah untuk popeda. Semuanya dilakukan dengan alat sederhana namun efisien.

“Karyawan digaji harian Rp50 ribu per orang. Meski tampak sederhana, hasilnya nyata,” kata Djufri.

Baca Juga  Pengajian Wanita Islam Aru, Bekali Kaifiat Pengurusan Jenazah

Dengan ritme kerja yang konsisten, produksi popeda bisa mencapai puluhan kantong setiap bulan. Sebagian besar hasilnya diangkut ke Ternate menggunakan bodi fiber bermesin 4 GT, yang mampu membawa hingga 40 kantong dalam satu kali perjalanan.

No More Posts Available.

No more pages to load.