“Ternyata yang menganiaya waktu itu ternyata adalah partai yang tidak lolos dalam parlemen,” ujarnya.
Sarmuji Ingatkan Publik Tak Terjebak Spekulasi Politik
Berkaca dari pengalaman tersebut, Sarmuji meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi yang menghubungkan dugaan penyadapan dengan pimpinan partai politik tertentu.
Ia menegaskan, penyebutan nama atau pengaitan seseorang dalam sebuah perkara harus didasarkan pada informasi yang jelas dan bisa diverifikasi, bukan sekadar dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Nah sekarang jangan-jangan juga begitu, partai besar, partai besarnya siapa kita nggak tahu. Dan sebenarnya hal yang seperti itu, di-skip saja, karena tidak terkonfirmasi, dan kebenarannya tidak bisa diverifikasi, ya,” tegas dia.
Pernyataan Sarmuji tersebut muncul di tengah mencuatnya kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh lainnya yang menjadi perhatian publik.
Mensesneg Pastikan Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah akan terus meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pembenahan internal menyusul mencuatnya dugaan penyadapan tersebut.
Prasetyo mengatakan, kewaspadaan merupakan langkah yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah juga akan terus melakukan pembenahan di lingkungan terkait agar persoalan serupa dapat diantisipasi.









