“Struktur komando dan kendali baru Arab Saudi atas koalisi anti-Houthi juga tampaknya kacau balau saat serangan kilat dilancarkan oleh Houthi yang bergerak menyusuri pantai barat menuju Bab al-Mandeb,” ujarnya.
Arab Saudi kemudian melancarkan serangan balasan. Namun, Lawrence menilai hasilnya sejauh ini masih terbatas dalam upaya merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi.
Ia menegaskan, persoalan tersebut menurutnya bukan semata-mata karena Saudi meremehkan kemampuan militer Houthi.
“Masalahnya adalah kurangnya respons secara real-time yang sepadan dengan skala ancaman yang mereka hadapi,” kata Lawrence.
Houthi Klaim Serang Target Strategis Saudi
Di tengah eskalasi tersebut, juru bicara Ansar Allah atau Houthi, Yahya Saree, menyatakan kelompoknya telah menyerang dua target yang disebutnya sensitif di wilayah Arab Saudi.
Menurut Saree, serangan dilakukan menggunakan kombinasi rudal balistik, pesawat nirawak, dan rudal jelajah.
Penggunaan rudal jelajah disebut menjadi salah satu perkembangan dalam serangkaian serangan terbaru Houthi. Video yang beredar di media sosial juga memperlihatkan kepulan asap dari sekitar Bandara Internasional King Khalid serta fasilitas minyak Saudi Aramco di Yanbu.
Houthi sebelumnya telah berulang kali menyatakan fasilitas minyak Aramco sebagai salah satu sasaran utama. Kelompok tersebut juga mengancam akan meningkatkan tekanan terhadap aset strategis Arab Saudi sebagai respons terhadap operasi militer Saudi di Yaman.









