Disebutkan juga bahwa sirene telah berbunyi di wilayah Kiryat Shmona di Israel bagian utara.
Menurut militer Israel dalam pernyataannya, pertahanan udara “berhasil mencegat sejumlah peluncuran” tersebut dan pasukan Israel “menyerang sumber serangan di Lebanon”.
Kepolisian Israel melaporkan adanya kerusakan properti di daerah Kiryat Shmona, namun tidak ada laporan korban luka akibat serangan itu.
Serangan lintas perbatasan yang marak beberapa bulan terakhir semakin meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya perang besar-besaran di perbatasan Lebanon dan Israel.
Menurut penghitungan AFP, sedikitnya 284 orang tewas di kubu Lebanon, dengan sebagian besar merupakan petempur Hizbullah. Sekitar 44 korban tewas di antaranya adalah warga sipil. Sedangkan 24 orang lainnya diidentifikasi sebagai para petempur dari kelompok-kelompok Palestina, termasuk 10 anggota Hamas.
Di kubu Israel, menurut data militer Tel Aviv, sebanyak 10 tentara dan enam warga sipil tewas akibat serangan-serangan dari Lebanon.
Salah satu serangan yang menghantam Beirut bagian selatan, markas kuat Hibzullah di Lebanon, pada Januari lalu menewaskan wakil pemimpin Hamas, Saleh al-Arouri, dan enam anggota kelompok itu. Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS) menyebut serangan mematikan itu didalangi oleh Israel.









