Sebut Partai Golkar Mati Suri, Subhan Pattimahu Cs Akan Disanksi

oleh -694 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Menyikapi pemberitaan di beberapa media terkait penyataan dari beberapa kader Partai Golkar yang menilai Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, yakni Ramly Umasugi gagal dalam memimpin Partai berlambang pohon beringin ini, maka dilakukan konferensi pers di Kantor DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku di Karang Panjang, Ambon, pada Jum’at (7/5/2021).

Konferensi tersebut dipimpin oleh Korbid Kepartaian Golkar Provinsi Maluku, Bisri As Shiddiq Latuconsina, bersama fungsionaris Partai Golkar.

Dalam keterangan persnya, Latuconsina mengatakan bahwa pernyataan bahwa Golkar Maluku mati suri adalah pernyataan yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab.

“Kami ingin menyampaikan bahwa pernyataan Golkar Maluku mati suri itu adalah pernyataan yang tidak bertanggung jawab, yang dilakukan oleh salah satu kader partai yang dalam pernyataan persnya, dia menyampaikan mereka masih dalam kapasitas Ketua Bidang Organisasi Partai Golkar, padahal jabatan itu sudah dijabat oleh Azis Mahulette berdasarkan SK terbaru DPP, sehingga teman-teman yang kemarin mengatasnamakan kader Partai Golkar dengan komposisi jabatan tertentu di Partai Golkar itu tidak lagi berlaku, karena begitu SK terbaru keluar maka secara otomotis SK yang lama sudah tidak berlaku”, ujarnya.

Terkait dengan konsolidasi organisasi, Latuconsina menjelaskan bahwa seluruh agenda Partai Golkar terkait konsolidasi organisasi di sebelas Kabupaten/Kota di Maluku sudah dilakukan, hanya tersisa 1 Kabupaten yang belum yakni Kabupaten Kepulauan Aru, yang direncanakan akan dilakukan pada 22 Mei mendatang.

Baca Juga  Danrem 152/Babullah: Prajurit Harus Netral Jangan Coba-Coba Melanggar

“Beberapa waktu ini, Partai Golkar fokus untuk melakukan pelantikan dan menunggu hasil dari mahkamah partai beberapa daerah yang telah dimusdakan tetapi belum sempat dilakukan pelantikan, karena kami masih menunggu proses di mahkamah partai, sehingga agenda-agenda partai kalau disebutkan mati suri itu adalah bentuk pembohongan publik yang sangat keji terhadap Partai Golkar sendiri dan sangat kami sesalkan, itu dilakukan oleh kader internal didalam Partai Golkar . Bahkan beberapa Kabupaten/Kota sampai hari ini sementara dalam proses untuk menyelesaikan musyawarah-musyawarah Kecamatan dan untuk membentuk kader sampai ditingkat desa dan ranting”, bebernya.

Latuconsina mengatakan, kader-kader Partai Golkar yang telah melakukan tuduhan-tuduhan itu harus segera melakukan permohonan maaf secara terbuka kepada publik bahwa telah mengeluarkan statement yang telah mencederai nama baik dan kehormatan Partai Golkar.

“Secara tegas, Partai Golkar akan memberikan sanksi kepada para pihak atau kader yang telah dengan sengaja terlibat untuk memberikan pencitraan dan pewacanaan yang tidak baik di ruang publik. Yang pertama, setelah ini kami akan segera melakukan surat panggilan kepada para kader tersebut. Sanksi berikutnya akan disesuaikan dengan tingkat kesalahan yang dibuat oleh mereka”

Baca Juga  BMKG Mencatat Kamis Pagi 2 Kali Gempa Goyang Ambon dan Kairatu

Sementara itu, Ketua Bidang Kaderisasi, Hanny Pariella mengatakan bahwa pernyataan dari Subhan Pattimahu adalah suatu kebohongan karena selama ini sebagai ketua terpilih, Ramly Umasugi sedang melakukan tugas dan tanggung jawabnya melaksanakan konsolidasi sampai di tingkat Kabupaten/Kota.

“Jadi pernyataan dari Subhan ialah bohong, karena partai golkar punya target kedepan yaitu verifikasi partai politik, kita harus lolos. Ada Pileg, Pilkada dan Pilpres, kita harus memenangkan semua. Untuk itu, Ketua harus bertanggung jawab dan turun langsung untuk melakukan konsolidasi dan bagi teman-teman pengurus yang tidak berkenan, silahkan tinggalkan perahu ini. Bagi saudara Subhan, kalau tidak berkenan lagi, tinggalkan saja. Biarkan kita berjalan sesuai dengan program yang sudah ditetapkan oleh pusat”, tegas Pariella.

Disinggung terkait sanksi yang akan diberikan, Ketua Bidang Organisasi, Azis Mahulette mengatakan, hal tersebut akan ditentukan sesuai dengan mekanisme organisasi karena Golkar sendiri mempunyai Peraturan Organisasi (PO) yang jelas.

“Saya rasa saudara Subhan sudah memahami mekanisme berorganisasi. Kita akan menyampaikan ke pengurus harian terbatas, untuk membicarakan hal ini dan nantinya akan diberikan sanksi baik teguran pertama, tetapi dia juga harus meminta maaf karena dia sudah melakukan klarifikasi di depan rakyat, maka kita akan memberi waktu 3 kali 24 jam untuk melakukan klarifikasi. Sepanjang itu tidak bisa, maka kita akan memberikan sanksi karena aturan kita jelas”, paparnya.

Baca Juga  Walikota Harap ASN Terus Tingkatkan Keterampilan Dalam Bekerja

Ditempat yang sama, Sekretaris DPD I Partai Golkar Maluku, James Timisela menuturkan dalam PO 19 tentang kode etik, hal yang berkaitan dengan penyampaian rapat di muka umum itu dilarang. Oleh sebab itu, menurutnya sebagai sesama kader seharusnya menjaga partai ini dan jika terdapat perbedaan maka lebih baik dibicarakan secara internal pada rapat-rapat pengurus.

“Kalau teman-teman bilang Ketua memimpin partai ini tidak konstitusional, maka teman-teman juga harus punya perilaku konstitusional”, tambahnya.

Sedangkan Ketua Bidang Politik dan Keagamaan, Ridwan Marasabessy menambahkan, jika Subhan Pattimahu dan kader lainnya merasa dirugikan atas keputusan Partai Golkar, maka dirinya mempersilahkan mereka untuk menempuh ke tingkatan yang lebih tinggi yaitu ke DPP. (alena)