Partai Banteng yang dulu mengantar mereka ke Istana, akan dipecundangi, Prabowo–kawan seiring–sedang dilumpuhkan. Akankah Jokowi-Gibran bisa mewujudkan politik simboliknya? Politik Indonesia menjadi tragedi Shakespearean, ketika keculasan dianggap sebagai kewajaran untuk memenangkan kekuasaan.
Si Bapak duduk bak paduka, bertitah akan membangun dinasti politik, sambil menginjak kepala. Si anak Bak putra raja duduk disampingnya sambil mengelus kucing. Pertanyaannya, apakah PDIP dan Prabowo (banteng dan kucing) menolerir dan menerima hinaan semiotik-simbolik, injakan dan elusan, bapak-anak ini?
28 Juni 2026









