Sengkarut Sengketa Lahan di Wayame, Ahli Waris Beberkan Fakta

oleh -639 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Sengketa tanah di Desa Wayame Dusun Dati Pusaka Lemon Suanggi seluas kurang lebih 86 hektar terbagi atas dua bagian, satu bagian milik Benyamin Hunihua dan Pieter Hunihua serta satu bagiannya lagi milik Zusana Dominggus.

Frido Gomies dan salah satu ahli waris tertua Agustina Marthinus berusia 75 tahun mengatakan, tanah tersebut merupakan milik bersama sesuai surat keterangan kepemilikan yang dikeluarkan oleh pemerintah negeri petuanan Rumatiga Nomor : 10/PNR/KET/13-1984, yang sama sekali belum pernah ada kesepakatan diantara ahli waris untuk dibagi.

“Yang menjadi titik permasalahan untuk tanah di Dusun Dati Pusaka Lemon Suanggi adalah Benyamin Hunihua dan Pieter Hunihua merupakan anak luar kawin dari perempuan bernama Benjamina Hunihua dalam perkawinan dengan A. Makatita,” kata dia dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (29/4/2022).

“Ahli waris dari Benyamin Hunihua diantaranya Weinand Hunihua, Daniel Hunihua yang banyak terlibat dalam penjualan tanah di Dusun Dati Pusaka Lemon Suanggi tanpa sedikitpun melibatkan ahlli waris lainnya dari Zusana Diminggus,” ujar dia.

Frido menjelaskan, yang lebih memprihatinkan adalah salah satu anak dari Weinand Hunihua yaitu Gustaf Hunihua sudah banyak terlibat dalam penjualan tanah-tanah yang termasuk dalam Dusun Dati Pusaka Lemon Suanggi sampai dengan saat ini, bahkan diduga bersama-sama dengan Pj. Kepala Desa Wayame N. Saleman dan Sekretaris Desa Erwin Letulur mengeluarkan surat keterangan kepemilikan yang menjadi dasar diterbitkan ratusan sertifikat hasil PTSL pada tahun 2019 dan 2020 yang ada di Dusun Keranjang sampai dengan Waringincap.

Baca Juga  Gunakan Sinovac dan AstraZeneca, Polda Maluku Vaksinasi 233 Orang

“Kantor Pertanahan Kota Ambon telah melakukan mediasi dan memanggil ahli waris Benyamin Hunihua, Pieter Hunihua dan Zusana Dominggus serta mempertanyakan bukti masing-masing ahli waris. Namun sayangnya ahli waris Benyamin Hunihua dan Pieter Hunihua yang diwakili Gustaf Hunihua, tidak memiliki surat apapun. Sedangkan ahli waris Zusana Dominggus memiliki bukti berupa surat kepemilikan yang sudah disahkan kebenarannya oleh Pemerintah Negeri Petuanan Rumatiga,” jelas dia.

“Ahli waris Zusana Dominggus sebanyak 12 orang melalui tim kuasa hukum Mourits Latumeten telah menempuh jalur hukum, melakukan pemasangan papan larangan di wilayah Dusun Dati Pusaka Lemon Suanggi. Namun ada beberapa papan yang diduga dirusak oleh Gustaf Hunihua,” sambung dia.

“Yang menjadi titik permasalahan untuk tanah milik Eks. Eigendom Verponding 1282, terletak di Desa Wayame. Tanah tersebut merupakan milik Ariantje Hunihua sesuai Meetbrief Nomor 20 Tahun 1882. Ahli Waris Ariantje Hunihua dalam perkawinan dengan Enos Dominggus sebanyak 29 orang masing-masing merupakan anak cucu Paolina Dominggus, JehosefatDominggus, dan Jaciba Dominggus,” ungkap dia.

Baca Juga  Rasis ke Natalius Pigai, Pendukung Jokowi Malah Saling Membela

“Setelah pelepasan tanah yang dilakukan oleh Ahli Waris Ariantje Hunihua sehubungan dengan pembangunan BTN Wayame pada sekitar tahun 1989 kemudian para ahli waris Ariantje Hunihua sudah tidak terlibat lagi dalam penjualan tanah di atas tanah milik Eks. Eigendom Verponding 1282. Namun kenyataannya lahan-lahan di atas tanah tersebut dilakukan penjualan bahkan penerbitan sertifikat oleh oknum-oknum yang bukan punya hak di atasnya, antara lain oleh ahli waris Benyamin Hunihua. Hal ini terjadi karena tindakan penyalahgunaan wewenang pada saat ia menjabat sebagai Kepala Desa Wayame. Oleh karenanya, setiap lahan yang saat ini diduduki oleh orang-orang atau perusahaan-perusahaan yang melakukan jual beli atau pelepasan dengan orang-orang yang bukan punya hak tanpa melibatkan ahli waris dari Ariantje Hunihua menjadi perhatian khusus dari tim kuasa hukum ahli waris, Mourits Latumeten, SH.,” pungkas dia. (Akib)