Sepanjang 2024 Harita Nickel (NCKL) Bukukan Laba Rp 6,38 Triliun

oleh -331 views

“Kami juga akan tetap fokus menjalankan operasi secara efisien, menyelesaikan proyek yang sedang dalam masa konstruksi dan terus meningkatkan standar operasi sehingga kondisi keuangan perseroan tetap terjaga,” ungkap Suparsin, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Selasa (25/3/2025).

Salah satu inisiatif peningkatan standar operasi secara internasional yang dilakukan Harita Nickel adalah fokus untuk menyelesaikan proses audit atau penilaian terhadap standar pertambangan internasional, Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA), sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan oleh perusahaan.

Seperti diketahui, Harita Nickel telah menyelesaikan pembangunan fabrik pengolahan dan pemurnian (refinery) kedua yang dikelola PT Obi Nickel Cobalt (ONC), dan melakukan produksi komersial secara penuh sejak Agustus 2024, sehingga total kapasitas terpasang pemurnian nikel berkadar rendah yang dimiliki Harita Nickel mencapai 120.000 ton kandungan nikel dalam Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) per tahun.

Baca Juga  Skandal Febrie Adriansyah: Dugaan Panggung Absurd Kompromi Hukum?

Dari lini smelter, setelah menyelesaikan pembangunan smelter RKEF kedua pada 2023 yang dioperasikan PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF), total kapasitas terpasang feronikel (FeNi) mencapai 120.000 ton kandungan nikel dalam FeNi per tahun.

No More Posts Available.

No more pages to load.