Sepuluh Janji, Satu Absen: Gaza dan Batas Kejujuran Politik Iran

oleh -672 views

Di titik ini, diam bukan lupa—diam adalah pilihan.

Sebaliknya, Lebanon hadir bukan tanpa alasan. Di sana, terdapat keterhubungan yang lebih konkret, lebih terukur, dan lebih bisa dinegosiasikan. Kehadiran Hizbullah sebagai proxy langsung Iran membuat Lebanon berada dalam struktur komando dan dukungan strategis yang jelas—menjadi bagian dari apa yang kerap disebut sebagai “axis of resistance”. Artinya, Lebanon bukan sekadar wilayah konflik, melainkan instrumen yang bisa dihitung dalam kalkulasi kekuatan.

Bandingkan dengan Gaza. Ia identik dengan Hamas—yang memang memiliki hubungan dengan Iran, tetapi tidak sepenuhnya berada dalam kendali Iran. Hamas memiliki jejaringnya sendiri, dengan relasi yang juga melibatkan aktor-aktor lain seperti Qatar dan Turki. Ia adalah sekutu, tetapi bukan instrumen yang tunduk dalam satu garis komando.

Baca Juga  Iran Ancam Serangan “Panjang dan Menyakitkan” Jika AS Kembali Menyerang

Maka perbedaannya menjadi terang:

Lebanon adalah instrumen langsung—disebut dan dinegosiasikan.
Gaza adalah sekutu—didekati, tetapi tidak sepenuhnya bisa dijamin.

Karenanya, yang dekat secara ideologis—itulah yang masuk dalam prioritas.

Di titik ini, kita memasuki wilayah yang lebih luas: panggung Sunni dan Syiah yang tidak pernah benar-benar hilang dari lanskap politik kawasan.

No More Posts Available.

No more pages to load.