Siap Bertarung di Pilwako Tikep, Syamsul Rizal Usung Konsep Diahi

oleh -170 views

Berpolitik, kata Rizal, bukan dalam prespektif pertarungan, karena dirinya tidak ingin bertarung dengan siapapun, tetapi saling adu ide dan gagasan dan saling mengevaluasi.

“Yang pada akhirnya, ada prinsip kepemimpinan dalam ajaran Ki Hajar Dewantoro yaitu, di depan memberi keteladanan, di tengah memberi bimbingan, dan saling mengayomi diantara sesama,” paparnya.

“Kekalahan dalam dinamika politik, atau Pilkada, apabila pihak kalah dan menang, tidak boleh kita sebutkan itu kemenangan dan kekalahan bersama, akan tetapi kita harus menakar sejauh mana kita harus memberi kedewasaan terhadap rakyat,” jelasnya.

Ketika ditanyakan, apa prinsip anda bertarung dalam Pilwako Tikep?. Ia bilang, ”Saya maju bukan sebuah kekuasaan, akan tetapi dalam perebutan kekuasaan cenderungnya kepada sifat-sifat ototarianisme dan oligarki. Hal semacam itu, perlu dihindari karena sikap untuk maju adalah lahir dari kesadaran berfikir saya, tentunya realitas sosial harus dibenahi,” ucapnya.

Bahkan satu sisi, Rizal mengungkapkan, di pemerintahan saat ini dirinya tetap menghargai dan tidak mau dijustifikasi apa yang sudah mereka kerjakan, baik dari aspek ekonomi, politik, sosial dan budaya, maupun yang lainnya.

Baca Juga  Wujudkan Kota Ramah Usia, Pemkot Ambon Luncurkan Sekolah Lansia BKL Elim

“Makanya, Tidore butuh Tiahi se Diahi. Tidore ini adalah negeri yang bertuan dan unik, dan berbeda dengan daerah-daerah yang lain. Artinya, Tidore pondasi dasarnya adalah nilai, budaya, sosial, maupun keagamaan. Sebab Tidore adalah daerah Kesultanan, kalaupun bicara peradaban harus diimplementasikan serta nilai-nilainya,”tambahnya.