Porostimur.com, Sanana – Polres Kepulauan Sula, Maluku Utara, menggelar focus grup discussion (FGD) bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula dan pimpinan organisasi kemasyarakata pemuda (OKP), Selasa (6/9/2022).
FGD yang mengusung tema “Menyikapi Kenaikan BBM di Kabupaten Kepulauan Sula” itu, belangsung di Aula Mapolres Kepulauan Sul, jalan Jenderal Besar Soeharto, Desa Fatcei, Kecamatan Sanana.
Kapolres Kepulauan Sula AKBP Cahyo Widyatmoko, S.H, S.I.K, M.H, dalam sambutannya mengatakan, FGD hari ini digelar dalam rangka membicarakan situasi kamtibmas pasca kenaikan BBM yang menjadi keluhan masyarakat.
Selain itu, juga dibicarakan amanat presiden tentang pengalihan subsidi BBM yang selama ini dinilai salah sasaran.
“Ternyata dari seluruh lembaga yang melaksanakan survei di seluruh Indonesia menemukan bahwa sebagian besar subsidi BBM tidak tepat sasaran,” ungkapnya.
Kapolres bilang, dari hasil survei yang laksanakan badan survei pemerintahan bahwasanya 80% subsidi dinikmati oleh masyarakat menengah ke atas yaitu masyarakat yang mempunyai kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil. Kemudian yang dinikmati pelaku usaha sekitar 12%.
“Kita tidak bisa pungkiri, beberapa pelaku usaha industri masih menggunakan bahan bakar bersubsidi utamanya solar. Sedangkan yang dinikmati oleh masyarakat ternyata dari hasil survei hanya 8% sehingga dapat kita simpulkan, selama ini sia-sia pemerintah berikan subsidi bahan bakar minyak, karena hasil survei mengatakan yang menikmati subsidi hanya masyarakat kalangan menengah ke atas,” jelas Kapolres.










