Siklus Ekologis TNAL Terputus di Garis Pantai, UNKHAIR Usulkan Perluasan Kawasan hingga Laut

oleh -88 Dilihat
Taman Nasional Aketajawe Lolobata merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Maluku Utara. Kawasan ini terdiri atas Blok Aketajawe dan Blok Lolobata yang secara administratif berada di wilayah Halmahera Tengah, Halmahera Timur, dan Kota Tidore Kepulauan.

Ketika Perlindungan Berhenti di Garis Pantai

Taman Nasional Aketajawe Lolobata merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Maluku Utara. Kawasan ini terdiri atas Blok Aketajawe dan Blok Lolobata yang secara administratif berada di wilayah Halmahera Tengah, Halmahera Timur, dan Kota Tidore Kepulauan.

Selama ini, perhatian pengelolaan TNAL lebih banyak tertuju pada ekosistem daratan, terutama hutan hujan dataran rendah beserta berbagai satwa endemik yang menjadikannya habitat penting.

Namun, KEHATI UNKHAIR melihat ada persoalan ekologis yang lebih luas.

Fungsi hutan TNAL tidak berhenti ketika aliran sungai meninggalkan kawasan daratan. Air, sedimen, nutrien, dan berbagai material ekologis terus bergerak menuju pesisir dan laut. Begitu pula sejumlah satwa yang dalam siklus hidupnya tidak mengenal batas kawasan konservasi maupun batas administratif.

Dalam perspektif ecosystem connectivity, hutan, sungai, mangrove, padang lamun, terumbu karang hingga perairan laut merupakan rangkaian ekosistem yang saling bergantung.

Baca Juga  Maya Lewerissa Dorong Posyandu 6 SPM di Aru Tak Sekadar Seremonial

Gangguan pada satu bagian dapat memengaruhi bagian lainnya.

Biota yang memanfaatkan kawasan mangrove sebagai tempat pembesaran, misalnya, dapat berpindah ke ekosistem lamun maupun terumbu karang pada fase kehidupan berikutnya. Demikian pula nutrien yang berasal dari kawasan daratan dapat terbawa melalui aliran sungai menuju wilayah pesisir dan laut.

No More Posts Available.

No more pages to load.