Porostimur.com – Jakarta: Kelangkaan BBM yang terjadi di kabupaten Halmahera Tengah beberapa Minggu terakhir ini sungguh meresahkan masyarakat terutama para pelaku usaha yang jenis usahanya mengandalkan BBM. Dalam situasi yang tak menentu itu, membuat Komisi II DPRD Kabupaten Halmahera Tengah mengambil langkah menemui Direktur BPH Migas di Jakarta beberapa hari lalu.
Dalam pertemuan itu, setidaknya terungkap beberapa alasan yang memicu sehingga terjadi kelangkaan BBM. Pemicunya antara lain adalah kurangnya armada transportasi yang mengangkut pergerakan minyak dari Tobelo dan Kota Ternate ke Kabupaten Halmahera Tengah, dan juga karena disebabkan oleh faktor cuaca sehingga menghambat pekerjaan bongkar muat BBM dari Kapal ke Pertamina yang ada di kota Ternate.
Kepada porostimur.com, Sabtu (26/11/2021), Anggota komisi II DPRD Kabupaten Halmahera Tengah, Muttiara T Yasin mengatakan dengan hadirnya industri pertambangan di kabupaten Halmahera Tengah, praktis membuat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang menggunakan BBM semakin tinggi.
Sementara disisi lain ketersediaan kouta BBM di SPBU maupun APMS tidak mengalami penambahan.
Sehingga tidak heran jika dalam seminggu saja stok BBM yang tersedia di SPBU dan APMS sudah habis. Oleh karena itu menurutnya untuk mengatasi kelangkaan BBM, jalan satu-satunya adalah dengan melakukan penambahan kuota BBM di setiap SPBU dan APMS yang ada di Halmahera Tengah.




