Soal Polemik Proyek Kodam Pattimura di Waitomu, IMM Ambon Tuding Ada Mobilisasi Demo Dukungan

oleh -10 Dilihat
Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Ambon, Basyir Tuhepaly, meminta dinamika yang berkembang di kawasan tersebut dijelaskan secara terbuka agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

BWS Maluku Diminta Klarifikasi, Legalitas Proyek Jadi Sorotan

Munculnya nama BWS Maluku dalam pernyataan Basyir membuat klarifikasi dari instansi tersebut menjadi penting untuk menjernihkan polemik yang berkembang.

Penjelasan diperlukan untuk memastikan apakah dugaan mengenai keterlibatan pihak tertentu dalam dinamika demonstrasi memiliki dasar yang dapat dibuktikan atau sebatas persepsi di tengah masyarakat.

Di sisi lain, pihak yang menyampaikan keberatan terhadap proyek juga perlu menjelaskan alasan dan bukti yang mendasari sikap mereka. Kritik terhadap pembangunan merupakan bagian dari pengawasan publik, tetapi tuduhan mengenai mobilisasi aksi perlu dibedakan dari fakta yang telah terverifikasi.

Selain persoalan demonstrasi, publik juga membutuhkan kejelasan mengenai aspek teknis pembangunan di kawasan Sungai Waitomu–Mardika, termasuk kesesuaian pekerjaan dengan perencanaan, fungsi sungai, dan ketentuan hukum yang berlaku.

Keterbukaan dari seluruh pihak dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak terjebak dalam saling tuding.

Baca Juga  Setengah Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Dian-Rumadian Baru Diusulkan Lewat Pinjaman Daerah

PC IMM Ambon berharap polemik tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi terbuka dan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan yang justru mengaburkan persoalan utama.

No More Posts Available.

No more pages to load.