Ia, yang kini justeru lebih lincah, sanggup blusukan ke pusat-pusat komando kalangan radikal yang gemar mengagendakan aksi-aksi teroristik. Para peneliti asing yang dibantunya, apalagi perempuan Amerika seperti Sidney Jones, tidak mungkin mampu menembus tembok kecurigaan para radikalis itu, selain ada kekuatiran tentang keselamatan diri mereka sendiri. Di sini posisi dan kontribusi Solah tak tergantikan.
Ia sangat produktif dalam menghasilkan bahan-bahan pokok penelitian, yang kemudian dikemas dengan baik dan tajam oleh Jones untuk digemakan ke seluruh dunia, terutama untuk para penentu kebijakan di negerinya sendiri, agar mereka sedikit lebih memahami situasi dan mengambil kebijakan yang tepat.
Di lapangan, bakat alaminya sebagai penyelidik yang ramah dan tak mengancam semakin mekar, membuatnya kian mudah menembus sumber-sumber eksklusif dan “berbahaya”, bahkan menjalin hubungan personal dengan tokoh-tokoh penting dalam gerakan-gerakan revolusioner itu.
Mereka menaruh kepercayaan tinggi pada Solah yang, dengan cara instingtifnya sendiri, berhasil membuat mereka percaya bahwa ia bijaksana dan ia juga mampu melihat persoalan dari sudut-pandang mereka.
Resep-resep kunci sukses seorang peneliti seperti ini tampaknya ia hayati begitu saja secara alami, tanpa perlu banyak berlatih dengan macam-macam teori — dan dengan demikian tak mudah ditiru oleh peneliti lain.










