Oleh: Hasan Bahta, Alumni FISIP UMMU
AWAL Tahun 2011, Saya tenggelam dalam keasyikan menjadi wartawan tanpa memperdulikan kapan kuliah akan berakhir. Sejak 2009 saya telah memutuskan menjadi jurnalis meskipun belum wisuda sarjana. Di mulai dari harian Mimbar Kieraha yang kala itu urusan redaksional dipimpin langsung Guru Komunikasi pada Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Dr. Helmi Alhadar. Dialah yang mengajarkan saya tentang jurnalistik baik secara teoritis maupun praktis.
Setelah membaca dan mengedit berita yang saya tulis untuk diterbitkan, dia memanggil saya untuk duduk di sampingnya sambil menjelaskan kekurangan-kekurangan dalam penulisan berita saya itu. “Hal penting yang perlu diperhatikan seorang wartawan adalah akurat dalam menulis, ini mutlak” jelasnya ke saya. Katanya, berita yang tidak akurat, tidak bisa dipegang kebenarannya. Media massa yang berulangkali menyajikan berita yang tidak akurat, akan kehilangan reputasinya, kehilangan kepercayaan dari pembaca. Prinsip ini yang ia tegakkan sehingga mampu mengubah kualitas produk jurnalistik Mimbar Kieraha selama ia pimpin. Seluruh wartawannya diwajibkan meliput dengan mengedepankan aspek akurasi, tanpa ini berita tidak akan dipublikasikan.









