Oleh: Hasby Yusuf, Pengurus Komwil Alkhairaat Maluku Utara
Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri adalah sosok alim ulama yang moderat dan sejuk dalam dakwah. Sosoknya yang santun dan cerdas menjadi simbol dakwah dan sekaligus simbol alkhairaat. Posisi sebagai Ketua Utama Alkhairaat menempatkan beliau sebagai episentrum yang menentukan gerak dan eksistensi alkhairaat sebagai institusi pendidikan dan dakwah di Indonesia khususnya di wilayah timur Indonesia dimana alkhairaat menyebarkan benih dakwahnya mulai dari Sulawesi, Kalimantan, Maluku Utara, Maluku hingga Papua.
Sebagai cucu pendiri Alkhairaat Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufrie, Habib Saggaf memiliki tanggungjawab sejarah yang maha berat terlebih dalam menjaga spirit perjuangan dakwah dan eksistensi alkhairaat sebagai institusi pencerah bagi umat dan bangsa. Antara menjaga alkhairaat sebagai institusi ilmu dan konsolidasi dalam mengembangkan alkhairaat ditengah tantangan kemoderenen membutuhkan fokus, kematangan dan kecerdasan yang tinggi. Dan Habib Segaf menurut saya telah menuntaskan misi mulia alkhairaat dengan sangat sempurna.
Sebagai seorang Habaib dan ulama besar, beliau selalu menjadi magnet yang wajib dikunjungi oleh ulama besar dunia hingga nasional, dari para pejabat negara, pejabat daerah hingga rakyat jelata berebut untuk meminta nasehat dan amalan dari beliau. Hal ini menunjukkan bahwa Habib Saggaf tidak lagi menjadi milik Alkhairaat tetapi sudah menjadi aset Umat Islam dan rakyat secara keseluruhan. Karenanya wafatnya merupakan kehilangan besar bagi umat dan masyarakat yang masih membutuhkan nasehat dan bimbingan dari beliau.









