“Pemantauan langsung adalah bentuk komitmen pelayanan untuk menghadirkan kepastian ibadah bagi umat Muslim di Maluku,” tulis Kemenag Maluku melalui akun Instagram resminya.
Perpaduan Sains dan Syariat
Pemantauan hilal di Amahusu akan menggunakan teleskop optik canggih guna mendeteksi visibilitas bulan sabit tipis yang muncul sesaat setelah matahari terbenam. Secara ilmiah, tim falak akan memastikan posisi bulan telah memenuhi kriteria imkan rukyat atau kemungkinan terlihat.
Di sisi lain, proses ini juga merupakan pelaksanaan syariat Islam yang menganjurkan pengamatan hilal sebelum memulai ibadah puasa Ramadan.
“Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses penetapan awal bulan suci Ramadhan, sebagai wujud pelayanan keagamaan yang transparan dan berdampak bagi masyarakat,” lanjut pernyataan Kemenag Maluku.
Hasil Pengamatan Dilaporkan ke Pusat
Peran Ambon dinilai strategis dalam peta astronomi nasional. Hasil pengamatan hilal dari titik ini akan langsung dilaporkan ke Kementerian Agama RI di Jakarta untuk menjadi bahan utama dalam sidang isbat.
Data yang dihimpun dari seluruh titik pemantauan di Indonesia akan dikaji bersama sebelum pemerintah menetapkan secara resmi awal Ramadan 1447 Hijriah.
Dengan proses pemantauan yang dilakukan secara terbuka dan ilmiah ini, masyarakat Maluku diharapkan dapat menyambut bulan suci Ramadan dengan tenang dan penuh kepastian, serta menjalankan ibadah puasa secara serentak bersama umat Islam di seluruh tanah air. (Keket)









