SPBU Wayamli Diduga Kurangi Takaran BBM, Warga Minta Disperindakop Turun Tangan

oleh -26 views
Sejumlah warga dan pengecer di Desa Wayamli, Kecamatan Maba Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, mengeluhkan dugaan manipulasi takaran bahan bakar minyak (BBM) di SPBU setempat.

Porostimur.com, Maba — Sejumlah warga dan pengecer di Desa Wayamli, Kecamatan Maba Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, mengeluhkan dugaan manipulasi takaran bahan bakar minyak (BBM) di SPBU setempat.

Keluhan ini mencuat setelah para pengecer mengaku mengalami kerugian akibat volume BBM yang diterima tidak sesuai dengan jumlah yang dibayar. Praktik tersebut disebut telah berlangsung sekitar delapan bulan terakhir.

Pengecer Mengaku Rugi

Salah satu pengecer mengungkapkan, setiap pembelian 25 liter BBM, volume yang diterima hanya berkisar 23 hingga 24 liter.

“Kalau beli 25 liter, yang kami terima paling hanya 23 atau 24 liter, tapi tetap bayar penuh. Ini jelas merugikan kami,” ujarnya, Minggu (2/5/2026).

Kondisi ini dinilai meresahkan, terutama bagi pengecer yang menggantungkan penghasilan dari penjualan kembali BBM kepada masyarakat.

Baca Juga  Gubernur Maluku Pimpin Hardiknas 2026, Luncurkan Program Polisi Mengajar

Minta Pengawasan Ditingkatkan

Para pengecer mendesak Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindakop) Halmahera Timur untuk segera turun tangan melakukan inspeksi langsung.

Mereka menilai pengawasan selama ini lebih banyak difokuskan pada SPBU di wilayah perkotaan, sementara di tingkat kecamatan jarang dilakukan pemeriksaan.

Kondisi tersebut dinilai membuka peluang terjadinya penyimpangan, baik dalam takaran maupun harga BBM di daerah terpencil.

No More Posts Available.

No more pages to load.