“Tak kuat menerima hinaan, dia menelpon saya untuk datang. Saat tiba di dapur dan hendak menjelaskan, tiba-tiba saya dipukul oleh istri, anak, dan sopir mitra MBG,” kisahnya.
Nindy mengaku dikeroyok, dicekik, bahkan diseret dari depan mess hingga masuk ke kamar Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Kasus Berlanjut ke Polisi, Belum Ada Permintaan Maaf
Atas kejadian tersebut, Nindy resmi melaporkan kasus penganiayaan itu ke Polres Tual. Proses hukum kini tengah berjalan.
“Saya juga meminta sanksi pemecatan terhadap sopir mitra dan korlap MBG, namun sangat disayangkan hingga saat ini belum ada permintaan maaf dari pihak dapur MBG maupun mitra pengelola yayasan,” tegasnya.
Kasus ini membuat banyak pihak mempertanyakan manajemen internal MBG dan standar perlindungan staf di lapangan, terlebih MBG adalah salah satu program sosial yang dijalankan Yayasan Pelangi Maluku untuk pelayanan gizi masyarakat. Kelanjutan kasus ini kini menunggu perkembangan dari aparat kepolisian. (Vera Renyaan)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com










