4 Pelaku Pemerkosa Remaja Putri di Halteng Terancam Hukuman Mati

oleh -285 views
Link Banner

Porostimur.com – Weda: Empat terduga pelaku pemerkosa terhadap remaja putri berinisial NY di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara terancam hukuman mati.

Mereka adalah DN (22) asal Halmahera Barat, DK (22) asal Tidore, OG (21) asal Obi, Halmahera Selatan dan HN asal Halmahera Barat (22).

Keempat karyawan aktif PT IWIP itu telah ditetapkan sebagai tersangka pemerkosaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Atas kejadian itu kami sudah berhasil mengamankan empat tersangka masing DN, HN, DK dan OG,” ungkap Wakapolres Halteng, Kompol drh Dedy Wijayanto SH.

Wakapolres menjelaskan, insiden pemerkosaan tersebut terjadi pada September 2021 lalu di kamar kos pelaku Sugiarto Basri di Desa Lelilef sekira pukul 23.00 WIT.

Baca Juga  Satgas Yonarmed 9 Kostrad Bagikan Buku Kepada Pelajar di Desa Dofa

Menurut Dedy, peristiwa tragis itu bermula saat korban dijemput DN yang merupakan pacar korban yang kemudian membawanya ke kamar kos milik Sugiarto. Di lokasi tersebut, DN lalu menyetubuhi korban, DN juga meminta tersangka lain yakni HN, DK dan OG untuk melakukan tindakan yang sama secara bergantian.

“Tindakan tersebut membuat korban mengalami gangguan psikologis sehingga dibawa berbagai RS hingga meninggal dunia di Ternate,” jelasnya seperti dilansir dari news.malutpost.id, Senin (18/10/2021).

Dedy menambahkan, saat ini polisi telah memeriksa sejumlah saksi, visum et repertum terhadap korban, dan menahan tersangka.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa selimut bermotif bunga, baju putih lengan panjang motif bergaris hitam, celana hitam. Polisi juga akan meminta keterangan dokter yang menangani korban, baik di RS Weda, RSJ Sofifi hingga RSUD Chasan Bosoerie.

Baca Juga  Duel Antarlini Timnas Indonesia U-23 Vs Australia U-23: Garuda Muda Coba Imbangi Olyroos

“Korban beberapa kali mendapatkan perawatan di Weda, Sofifi dan terakhir di Kota Ternate. Jadi rekam jejak medis dari dokter tersebut akan lihat mulai dari pertama perawatan hingga terakhir, sampai penyebab korban meninggal dunia,”terangnya.

Perwira satu melati itu berujar, penyidik juga akan meminta keterangan ahli yang berkompeten, sejak perawatan hingga meninggal untuk melengkapi dokumen penyidikan.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 285 sub Pasal 291 ayat (2) juncto Pasal 55 KUHP pidana dengan ancaman hukuman mati, atau ancaman hukuman pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun,” pungkasnya. 

(red/mp)

No More Posts Available.

No more pages to load.