Sedangkan pada skenario maksimal, potensi kerugian dapat mencapai Rp1,27 triliun per minggu jika tingkat penolakan lebih tinggi.
“Kalau kita menggunakan asumsi penolakan maksimal, itu bisa mencapai Rp1,27 triliun setiap minggunya,” kata Isnawati.
Setara Iuran BPJS Jutaan Jiwa
Sebagai informasi, pada kuartal pertama tahun ini pemerintah berencana membelanjakan APBN sebesar Rp62 triliun untuk program MBG. Sementara pada tahun sebelumnya realisasi belanja sepanjang tahun mencapai Rp51,5 triliun.
Menurut perhitungan CELIOS, dalam skenario minimal, dana yang terbuang per bulan setara dengan pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi sekitar 15,5 juta jiwa selama satu bulan penuh.
Adapun dalam skenario maksimal, nilainya setara dengan pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi sekitar 31,6 juta jiwa selama satu bulan.
“Jadi sebenarnya uang yang terbuang sebanyak itu dalam perminggunya, kalau kita asumsikan satu bulan saja, bisa untuk membayar BPJS masyarakat secara gratis,” ujarnya.
Atas temuan tersebut, CELIOS merekomendasikan moratorium sementara program MBG, diikuti reformasi total dalam tata kelola dan distribusi. Selain itu, diperlukan audit transparan serta evaluasi menyeluruh guna mencegah pemborosan anggaran yang lebih besar.
“Rekomendasi kami konsisten, yaitu moratorium, reformasi total MBG, dan audit transparan evaluasi, sehingga mencegah pemborosan uang rakyat yang lebih besar,” tandas Isnawati. (red)









