Sudah Melakukan Tinjauan, Komisi III DPRD Maluku Akan Mengundang PUPR

oleh -55 views
Link Banner

Porostimur | Ambon: Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti surat-surat masuk untuk DPRD Provinsi Maluku, salah satunya surat masuk dari masyarakat Maluku Barat Daya (MBD) dengan meninjau langsung di MBD.

“Surat masuk yang disampaikan oleh masyarakat MBD itu banyak sekali. Banyak keinginan masyarakat untuk memperjuangkan apa yang mereka alami selama ini, karena bagi mereka pemerintah belum sepenuhnya memperhatikan kondisi mereka. Contohnya jalan dan jembatan di Pulau Babar misalnya, banyak dikeluhkan oleh warga masyarakat”, ungkap Anos kepada wartawan di Kantor DPRD Maluku, Kamis (29/4/2021).

Dijelaskannya, sejak tahun 2011-2013 sudah dibangun ruas jalan dan pembangunan beberapa jembatan, tetapi rata-rata kualitas jembatan tidak terlalu baik sehingga ada jembatan yang runtuh.

Baca Juga  Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon Diminta Tetapkan Tarif Terjangkau untuk Rapid Antigen

“Ada jembatan yang memang kapasitasnya tidak bisa dilewati alat berat, tetapi dipaksakan untuk dilewati sehingga menyebabkan jembatan runtuh. Jembatan itu kan ada klasifikasi jembatan sesuai dengan klasifikasi betonnya, nanti kami akan minta juga kepada Komisi untuk memanggil PUPR untuk kita bicarakan hal ini”, paparnya.

Politisi Golkar itu juga menuturkan, masyarakat juga mengeluhkan ada beberapa spot tertentu yang memang seringkali membuat masyarakat kesulitan untuk melewatinya bahkan sering terjadi kecelakaan di kawasan tersebut yakni di Noka-Noka.

Setelah melakukan peninjauan di Noka-Noka, Yeremias mengaku bahwa kawasan tersebut memang rentan sekali terhadap kecelakaan karena jarak pandang yang terbatas dan jalannya yang sempit dan berlubang. Kondisi jalan seperti itulah yang menjadi faktor penyebab sering terjadinya kecelakaan. Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada PUPR sebagai mitra untuk mengutamakan pembenahan di Noka-Noka.

Baca Juga  Fraksi Golkar Nilai Dokumen LKPJ Gubernur Maluku Cacat

Bersamaan dengan itu, Anos mengatakan bahwa mereka juga mendampingi tim dari PUPR Pusat dalam hal ini Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk meninjau ruas jalan milik provinsi.

“Sepanjang perjalanan itu memang ada jalan yang cukup mantap dan itu tidak perlu kita benahi, namun tidak ada pemeliharaan untuk bahu-bahu jalan. Bayangkan saja kalau setengah jalan itu ditumbuhi rumput yang membatasi jarak pandang masyarakat ketika berkendara, ini bisa menyebabkan kecelakaan”, katanya.

Ia juga menambahkan, tiga tahun lalu pihaknya sudah mengusulkan ke pemprov tapi selalu saja tidak dirampung dan kali ini setelah mendapat keluhan dari masyarakat melalui surat masuk itu, maka pihaknya meminta kepada PUPR untuk tahun depan bahu-bahu jalan itu bisa dibenahi. (alena)

No More Posts Available.

No more pages to load.