
Daryono bilang, menurut peta tektonik dari Patria & Hall (2017), Gempa Maluku Tengah M6.0 tadi siang diduga berasosiasi dengan Zona Sesar Kawa.
Dia juga menyebutkan, di sebalah barat episenter gempa Maluku Tengah tadi siang, pernah terjadi tsunami dahsyat Elpaputih atau tsunami Seram 30 September 1899 dipicu gempa M7.8 menyebabkan 4.000 orang meninggal.
“Wilayah selatan seram merupakan kawasan rawan gempa dan tsunami. Sebelumnya, di wilayah ini sudah terjadi gempa dan tsunami destruktif, seperti: (1) Gempa dan Tsunami Ambon-Seram 1674 menyebabkan 2.243 orang meninggal, (2) Gempa dan Tsunami Elpaputih 1899 menyebabkan 4.000 orang meninggal, (3) Gempa dan Tsunami merusak di Ambon 1950, (4) Gempa Ambon 2019 memyebabkan 31 orang meninggal,” pungkasnya.
(red/tempo)









