Porostimur.com, Teheran – Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC memulai serangkaian latihan militer di Selat Hormuz pada Senin (17/2/2026). Manuver tersebut digelar di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat serta menjelang putaran baru perundingan kedua negara di Jenewa.
Latihan perang ini juga berlangsung saat kapal induk Amerika USS Abraham Lincoln terpantau satelit berada di dekat wilayah Iran. Teheran menyebut latihan tersebut sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman militer di kawasan strategis tersebut.
Media pemerintah Iran melaporkan, latihan yang durasinya tidak ditentukan itu bertujuan meningkatkan kemampuan respons cepat IRGC dalam menghadapi potensi ancaman keamanan di Selat Hormuz.
Fokus Kesiapan Hadapi Ancaman
Latihan militer dipimpin Kepala IRGC Mayor Jenderal Mohammad Pakpour dan dimulai dari Pulau Abu Musa, wilayah teritorial paling selatan Iran di Teluk. Dalam pernyataannya, Pakpour menegaskan pasukan telah membangun “benteng kuat” di sekitar pulau tersebut sebagai bagian dari strategi pertahanan.
IRGC juga mengklaim unit-unit militernya yang berbasis di pulau-pulau Teluk mampu beroperasi secara mandiri tanpa dukungan dari daratan utama. Televisi pemerintah Iran menyebut pasukan dilengkapi rudal yang mampu menjangkau dan menghancurkan kapal perang musuh dalam radius hingga 1.000 kilometer.











