Porostimur.com, Ambon – Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku Muhammad Hatta Hehanussa mengatakan, tanggul pengaman tiga cekdam yang berada di Kota Ambon rawan longsor.
Ketiga cekdam itu, yakni: Cekdam Petra, Cekdam Yakobus dan Cekdam Rinjani di kawasan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
“Pengerjaan proyeknya telah rampung, namun dampak dari pembangunan cekdam tadi masih banyak masalah yang belum selesai, di antaranya dinding gunung yang rawan longsor,” ujar Hatta dalam rapat yang digelar Komisi III DPRD Maluku dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku, Selasa kemarin.
Hatta bilang, terdapat beberapa dinding tanah yang dikhawatirkan bisa longsor saat terjadi hujan lebat, sehingga Komisi III akan melakukan peninjauan ke lapangan dan memberikan rekomendasi kepada pihak-pihak terkait.
“Tentunya, nanti bisa dilihat apakah dapat dilanjutkan dengan program pembangunan talud penahan dinding tanah atau tidak, mengingat dampak dari pembangunan cekdam itu sendiri terhadap masyarakat,” jelas Hehanussa.
Menurut dia, dampak dari pembangunan tersebut antara lain, banjir dan lumpur yang meluber ke lingkungan pemukiman warga di musim hujan atau pun debu di musim panas.
“Untuk itu, Komisi III akan menggelar peninjauan ke lapangan agar bisa merekomendasikan kepada BWS dan Pemprov Maluku,” tukasnya.









