Porostimur.com, Ambon — Di tengah ketegangan yang terjadi antara masyarakat Lisabata dan Patahuwe, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, S.Sos., M.Si., menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan menghentikan segala bentuk tindakan yang dapat memicu konflik susulan.
Anos meminta masyarakat kedua negeri tidak melakukan tindakan balasan yang berpotensi memperbesar persoalan maupun menimbulkan korban baru.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, termasuk foto, video maupun narasi yang beredar di media sosial.
Menurut Anos, penyebaran informasi provokatif justru dapat memperkeruh suasana dan membangkitkan kemarahan di tengah masyarakat yang sedang berada dalam situasi sensitif.
“Lisabata dan Patahuwe adalah bagian dari keluarga besar Maluku. Jangan biarkan persoalan sesaat merusak hubungan persaudaraan dan meninggalkan luka berkepanjangan bagi anak cucu kita,” ujar Anos.
Letakkan Senjata, Buka Ruang Baku Bicara
Anos meminta masyarakat memberikan kepercayaan kepada aparat keamanan dan pemerintah untuk menangani persoalan tersebut secara profesional, adil, dan sesuai dengan ketentuan hukum.
Di sisi lain, ia mendorong para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta pemerintah negeri untuk segera membuka ruang dialog dan mempertemukan kedua belah pihak dalam semangat kekeluargaan.









